Wednesday, March 04, 2009

CATATAN PERJALANAN MACKAY (QLD) KE MELBOURNE (VIC)

I’ll do the exploring
Terakhir kami melakukan perjalanan panjang adalah tahun 2007. Kebanyakan exploring Australia outback (pedalaman Australia) di wilayah Queensland. Sisanya city slicker di Brisbane, Melbourne, Perth dan Sydney dimana biasanya perjalanan selalu lewat udara. Tetapi kali ini kami memutuskan menjajal kesaktian mobil Holden, mobil kebanggaan bangsa Australia untuk melakukan perjalanan kurang lebih 4000 km dari Mackay (Queensland) ke Melbourne (Victoria) return (berangkat-pulang) lantaran kami sedikit melakukan site seeing di beberapa tempat yang menarik bagi kami. Jelasnya rute perjalanan yang pergi - pulang ini merupakan bagian dari keinginan kami melihat sebanyak mungkin wilayah Australia sebab rute melalui New England Highway dengan Pacific Highway masing-masing menampilkan pemandangan yang sangat berbeda.

Perjalanan melalui new England Highway adalah melalui melalui dataran tinggi Queensland dan New South Wales (NSW) yang sebagian besar merupakan vinery yard dimana paling bagus lewat sini adalah musim gugur – akhir musim gugur atau awal musim semi – pertengahan musim semi. Sedangkan perjalanan melalui Pacific highway adalah melalui sepanjang pantai timur Australia yang menyuguhkan wisata bahari yang selalu menarik sepanjang tahun.

Time : end of spring (October - November 2008)

Rute:
Perjalanan berangkat ke Melbourne diputuskan melalui New England Highway jadi pulang ke Mackay melalui jalur Pacific Highway. Maka rute keberangkatan yang ditempuh adalah :
Mackay (QLD) – Brisbane (QLD) via Bruce highway
http://en.wikipedia.org/wiki/File:QLD-BruceHwy-Gaz.png
Brisbane (QLD) - Maitland (NSW) via New England Highway
http://wikitravel.org/en/New_England_Highway
Maitland (NSW) – Canberra (ACT) via Hume Highway
http://en.wikipedia.org/wiki/Hume_Highway
Canberra (ACT) – Melbourne (VIC) via Hume Highway

Kendaraan : sedan Holden Commodore V6
Equipment : GPS, basic first aid kit, rice cooker, toilet paper, handuk, laptop dilengkapi dengan E-card untuk connecting internet, sembako secukupnya karena sepanjang jalan banyak kota yang mempunyai supermarket atau grocery. SLR Camera dan pocket camera, Next-G mobile phone.
Eksprektasi biaya bahan bakar : AUD 1500 return/ pulang pergi. Rata-rata harga BBM/liter AUD 1.90
Jarak:
The Distance between Mackay (Queensland) and Melbourne (Victoria) is :1897.08 kilometers (km). The approximate travel/road distance can be around 2181.64 km to 2371.35 km menurut distance calculator.globefeed.com
http://distancecalculator.globefeed.com/Australia_Distance_Calculator.asp
Atau
http://www.convertunits.com/distance/
Jadi total kilometer return (berangkat dan pulang) kurang lebih 3796 km.
Accomodation : Kurang lebih biaya penginapan yang dikeluarkan sebesar $ 680.

Total biaya traveling Mackay – Melburne return (PP) kurang lebih $ 2500 (fluel + meals + hotel) tidak termasuk biaya mengunjungi kebun binantang, sanctuary, taman, museum, wild life watching, bioskop, opera dan keliling-kliling dalam kota.
Notes:
Harga penginapan semalam variable between $ 65 to $ 150 per night.
Artinya Kami nge booking kamar melalui internet lantaran disesuaikan kondisi tubuh dimana kalau sudah capai dan butuh istirahat maka kami mengeluarkan laptop dan search hotel yang terdekat, booking kamar melalui wotif.com on the spot
Alasan kami nge booking hotel dengan cara ini karena :

Jika kami sudah nge plan dimana harus menginap maka membuat mengemudi dan menikmati panorama tidaklah terlalu nyaman karena ada deadline check-in, belum lagi kalau ternyata hotelnya tidak mudah ditemukan jadi harus searching kemana-mana. GPS sangat membantu dalam hal ini, tetapi mencari alamat didalam kegelapan malam dan dalam keadaan badan capek sungguhlah bisa bikin berantem.

Booking via internet lebih murah ketimbang langsung check-in di hotel.
Kadang-kadang iklan hotel murah tidak menampilkan gambar hotelnya jadi ketimbang terlanjur booking hotel jauh hari ternyata kondisi hotelnya tidak berkenan dihati kita maka booking on line on the spot sangatlah berguna karena 15 menit-30 menit kemudian pihal hotel menerima reservasi kita di komputernya.
Untuk menghindari apes “fully booked “ di hotel dimana kita rencananya ingin menginap maka bisa di check dulu 6 jam sebelumnya, jika ternyata hotel di tempat tujuan ternyata sudah fully booked maka kita bisa reserve hotel di kota terdekat.

Jika sudah capai sekali dan tidak menemukan hotel maka bisa berhenti di stasiun BBM atau pom bensin besar dimana disana dilengkapi restoran dan penginapan. Namanya “Roadhouse” dan Mathilda “. Bisa juga station lain yang ada fasilitas penginapan, kebanyakan pengguna penginapan ini adalah supir truk dan barang dan traveler yang kecapaian.

Jika benar-benar capai dan ingin istirahat di mobil saja, bisa berhenti di tempat peristirahatan sepanjang jalan yang ada tandanya Toilet, BBQ, Pohon, tenda. Biasanya jika masa liburan disana ada kopi dan Billytea gratisan selama 24 jam yang di berikan kepada semua traveler yang mampir. Ini adalah upaya pemerintah Australia dalam melindungi traveler “keselamatan perjalanan”. Bisanya volunteer nya adalah government ada juga dari Lions club.

Website booking kamar online: http://www.wotif.com/

Hotel yang punya harga terjangkau/ affordable price hotel
Dalam perjalanan ini kami memilih menginap di hotel-hotel yang tergabung dalam Heaven group karena selain harganya terjangkau, hotelnya bersih dan pengurusnya ramah-ramah. Selain Heaven group ada juga Golden Chain ini juga menawarkan harga penginapan yang terjangkau. Tetapi jika booking lewat wotif.com bisa juga hotel-hotel independent yang tidak tergabung dalam group hotel murah kadang-kadang menawarkan harga paket hemat, ini lumayan banget karena jika sepi pengunjung maka harga kamar bisa discount sampai 50% .

Caravan park adalah pilihan lain yang sayang jika dilewatkan, sebab disana kita bisa ketemu traveler lain dari segala jurusan yang membawa mobile homenya atau mobil biasa bisa juga moge (motor gendut). Bagi yang lebih suka tidur sekamar beramai-ramai lantaran caravan park selain menyewakan tempat parkiran untuk caravan juga menyediakan cabin dengan 2 tempat tidur sampai 6 tempat tidur, biasanya di di dalam kamar /cabin kompor ,peralatan dapurnya lengkap sekali. Juga dilengkapi shower, AC , TV dan kulkas Tetapi jika ingin memasak diluar ada juga dapur umum , BBQ umum dan laundry umum. Harga sewa kamar di Caravan Park biasanya lebih murah ketimbang hotel lantaran ada fasilitas satu cabin bisa diisi lebih dari 2 orang jadi bisa share biaya. Di caravan park yang mahal biasanya ketemu dengan traveler berduit jadi kebanyakan sudah pernah traveling kemana-mana dan kenal dengan macam-macam orang jadi biasanya ramah-ramah dan suka berbagi pengalaman sebaliknya di caravan park yang murah biasanya fasilitasnya juga seadanya disanapun banyak penyewa lahan maksudnya mereka ini adalah orang yang mnejadikan caravan park sebagai tempat tinggal. Pengelana backpacker biasanya memilih penginapan ini. Di caravan park yang seperti ini kita harus berhati-hati dan waspada sebab bisa jadi kita menemukan prilaku yang menurut kita tidaklah pantas terutama malam hari dan siang hari dimana orang-orang merasa saat terbaik untuk minum-minum. Walaupun begitu biasanya mereka ini sibuk sendiri-sendiri dan agak acuh tak acuh.

Pilihan yang lain adalah Youth hotel atau backpacker hotel. Ini benar-benar seperti tinggal di asrama dimana kita sekamar dengan beberapa orang yang tidak kita kenal, kamar mandi, ruang rekreasi dan ruang makan bersama. Kalau hotel ini yang jadi pilihan maka harus waspada dengan barang berharga yang anda bawa.

Meals : variable.
Artinya variable disini adalah tergantung makanan apa yang di konsumsi. Kebetulan di Australia lumayan sulit mendapatkan makanan berlabel halal dan restorant yang menyajikan masakan halal jadi saya membawa rice cooker untuk memasak beras dan setumpuk makanan kaleng, plus makanan awetan buatan sendiri seperti tempe kering dengan kacang, serundeng, krupuk. Memasaknya sangat mudah karena ditiap penginapan ada colokan listrik. Jika kami mendapatkan kamar dengan fasilitas dapur biasanya saya belanja fresh food lalu dimasak dengan bumbu instant Indonesia yang saya bawa.

Lama perjalanan: Variable
Artinya : cepat atau lambat sampai tujuan tergantung dengan keterampilan mengemudi dan berapa kali berhenti di sepanjang perjalananan. Terus terang dalam melakukan perjalanan darat ini banyak sekali godaan berhenti atau menginap di suatu tempat. Tetapi idealnya kalau sudah berjalan 700 km atau 7 jam mengemudi sebaiknya istirahat menginap di hotel atau dijalanan. Jadi kalau tidak mampir-mampir menikmati panorama khas di wilayah tertentu yaitu terus nyupir dan hanya diselingi istirahat tidur dan makan setidaknya 4 - 5 jam serta kecepatan kendaraan rata-rata 100 km/jam maka lama perjalanan Mackay – Melbourne hanya 3 ½ hari. Jadi total 7 hari return (PP).

Map : http://www.wilmap.com.au/aushwy.html

Rute Bruce highway adalah jalur antara Mackay dan Brisbane. Brisbane – Wallangarra adalah jalur pindahan dari Bruce Highway ke Cunningham highway yang harus ditempuh sebelum pindah ke jalur New England Highway di daerah Wallangarra (Qld).

Tempat peristirahatan yang pas tengah-tengah antara Mackay – Brisbane adalah Childers, kali ini kami memilih Hervey Bay dan Tin can bay sebagai tujuan eksplorasi lantaran penasaran dengan humpback whale dan dolphin. Sebenarnya agak riskan juga sebab waktu sight seeing hewan-hewan itu sudah hampir habis lantaran si paus sudah waktunya melakukan perjalanan rutin ke selatan.

Hervey Bay
The Distance between Childers (Queensland) and Hervey Bay (Queensland) is :57.1 kilometers (km). The approximate travel/road distance can be around 65.66 km to 71.38 km
Hervey Bay adalah tempat tepi pantai yang indah, banyak rumah mewah dibangun disini dan turis local maupun internasional banyak berkunjung kesini antara bulan Juli – awal November lantaran ingin melihat humpback whales dan Fraser Island yang indah sekaligus tempat konservasi “dingo”. http://www.hervey.com.au/
Menonton ikan paus dihabitatnya dari jarak yang sangat dekat seolah bisa disentuh benar-benar meledakkan sensasi luar biasa didalam dada, rasa takjud, rasa sayang rasa penasaran rasa terharu benar-benar campur aduk. http://www.hervey.com.au/Whales/
Jadwal ke laut untuk melihat ikan paus terbagi 4 trip yaitu pagi (dawn), ½ hari, 2/3 hari dan seharian/full day. http://www.hervey.com.au/Whales/whale.htm . yang paling pas adalah 2/3 hari sebab tidak telalu melelahkan dan bisa menikmati kebersamaan di air dengan ikan paus berenang disekitar kita.
Ada beberapa travel yang menawarkan cruising wahle watching tour beberapa diantaranya http://www.hervey.com.au/Attractions/tourwhale.htm . Ketika kami sampai disana Kapal yang berangkat jam 9 am adalah “Mikat” dengan lama tour 2/3 hari. Ongkosnya perorang dewasa adalah AUD 206 sudah termasuk welcome drink, sandwich dan salad (lunch/makan siang) lalu ketika naik kapal, kita akan di foto oleh crew kapal, hasil fotonya ditebus dengan harga AUD 10. (kalau ngga ditebus juga ngga apa-apa, tapi biasanya orang-orang nebus fotonya buat kenang-kenangan).
http://www.flickr.com/photos/dinoandleylasplace/3097987710/
Bagi kami Hervey Bay dengan Humpback whale watching adalah "One of places must to see in Australia”. Perasaan takjub melihat begitu dekatnya, besarnya dan bersahabatnya si ikan paus dengan kapal kita, benar-benar memenuhi hati. Begitu kita mendengar suaranya dan buncahan air ketika ia beraksi tidak terasa air mata saya meleleh “Subhanallah” hewan ini begitu besar dan begitu lembut tetapi begitu rapuh lantaran perkembangbiakannya tidak sebanyak ikan biasa. Ikan paus jenis ini juga menjadi sasaran konsumen seafood Jepang. Nakoda sekaligus ranger ikan paus ini sepanjang jalan selain menceritakan kehidupan ikan paus bungkuk juga tentang predator Paus yang terkenal yaitu Jepang. Jadi jika ada turis Jepang biasanya mukanya jadi merah lantaran orang-orang jadi mencuri-curi meliriknya. Perjalanan 2/3 hari ini lumayan lama. Disana juga ada mesin minuman ringan dan air mineral. Jika ingin minum panas (kopi dan teh) bisa pesan dengan crew kapal, harga segelasnya tidak mahal.

Tin can Bay
Lokasinya tidak jauh dari Hervey Bay, biasanya tour lengkap melihat ikan paus dan lumba-lumba mampir ke tin can Bay untuk memberi makan ikan lumba-lumba liar di pantai samping Binnacle café jam 8 am. Di café ini ada kotak sumbangan untuk lumba-lumba dan hewan liar yang ada di pantai ini.. Jika ingin menikmati suasana damai di lokasi memberi makan lumba-lumba ini sebaiknya datang sepagi mungkin, setidaknya jam 6 am dimana lumba-lumba liar itu datang dari arah laut, uniknya segerombolan pelicans pasti datang kesini ketika waktu memberi makan tiba, kira-kira mulai jam 7 am mereka berdatangan dari segala penjuru Didekat café ini ada ram tempat menurunkan kapal nelayan tetapi pelicans maupun lumba-lumba tidak terganggu dengan kesibukan mereka. Sarapan roti bakar dengan toping telur mata sapi saus kacang merah plus satu cangkir kopi susu AUD 27 berdua(normalnya lengkap ada sausage dan bacon tapi kami pesan supaya dua jenis lauk ini di skip dari piring kami). Tentu saja tidak di diskon alias harganya tetap sama saja.

Brisbane
Seperti layaknya kota besar pasti ada asian shop yang lengkap menyediakan bumbu dan makanan import dari Indonesia, mulai kluwek, daun salam, krupuk, emping sampai makanan kaleng. Di Brisbane juga mudah ditemukan toko yang menjual produk olahan baik daging dan ayam halal. http://www.qldmuslims.org.au/modules/xdirectory/viewcat.php?cid=164 Asian shop yang biasa kami kunjungi adalah “Yuen” di market square shooping center Sunnybank. Biasanya kami belanja segala macam bumbu dan makanan buatan Indonesia disini termasuk sembako khususnya beras lantaran harga beras nya lebih murah ketimbang di supermarket selain itu banyak pilihan jenis beras. Restaurant yang menyediakan makanan halal juga banyak http://www.halalfoodbrisbane.com/

Wallangarra
http://www.smh.com.au/news/queensland/wallangarra/2005/02/17/1108500203801.html
wallangarra adalah kota perbatasan antara Queensland dengan New South Wales. Kotanya kecil sekali jadi dengan mudah terlewatkan saja. Monument kota yang menunjukkan perbatasan antara Queensland dengan NSW adalah lokomotif dari board. Saya sibuk komentar soal lokomotif ini sehingga tidak terbaca “Welcome to New South Wales “.

Glenn Innes
http://www.gleninnestourism.com/

Memasuki jalur New England Highway sungguhlah indah, jalannya yang berkelok-kelok mengingatkan perjalanan saya di lintas Sumatera dan Jakarta – Puncak. Di sepanjang jalan banyak ditemukan pohon ramping seperti yang saya lihat di negara musim dingin. Perkebunan anggur, peternakan sapi , kebanyakan jenis sapi Black Angus dan domba morino. Terbayang jika kami melakukan perjalanan ketika musim gugur yaitu ketika panen anggur, tentu pemandangannya jauh lebih indah. Nuansa Celtic terasa kuat di desa ini. Saya tidak pernah bosan memandang gereja St. Patrick yang indah. Kebetulan hari minggu jadi pagi itu banyak jamaah menuju gereja. Samar-samar mendengar bicara mereka terdengar aksen Irish yang mungkin juga Scottish. Kotanya cantik sekali. Tidak tahu mengapa suasananya mengingatkan dengan Leprechaun dengan daun keberuntungan dan kendi emas. Biasanya tiap akhir musim semi diadakan festival tradisional mereka, yang menarik adalah kontes panjang-panjangan jenggot. Disini di bangun replica susunan batu menhir yang mengingatkan saya terhadap Callanish stones yang masyur itu. http://www.australianstandingstones.com/
Sayangnya kalau ingin memotret lengkap kelihatan seluruh susunan batu dalam satu gambar maka akan kelihatan kabel listrik dan bangunan rumah dibelakangnya. Di dekatnya ada café “The Crofter’s Cottage” yang menyediakan menu khas celtic.
Tempat minum yang eye catching adalah “Red Lion” . bangunannya yang unik benar-benar membuat saya terkenang film lawas cerita klasik Inggris, sampai-sampai saya berharap Mr. Darcy atau Elizabeth ( tokoh novel “Pride and Prejudice”karya Jane Austin) muncul dari café ini.

Armidale
http://www.armidale.info/

Persis seperti cerita teman saya (Natalia) yang pernah tinggal disini, kota ini tenang dan nyaman ditinggali. Bangunan New England University patut di tengok kemegahannya. Saya sampai membayangkan seandainya sekolah disini bakalan banyak melamun membayangkan diri ini seorang tokoh jaman dahulu yang hidup di dalam istana sebab gedung yang digunakan untuk belajar adalah bekas kastil dan bangunan tambahannya juga gedung-gedung antic buatan jaman dahulu. Suasana indah musim semi ketika bunga apel dan cherry bermekaran membuat perasaan saya terhanyut kesana. Komplek kampus ini dilengkapi dengan asrama mahasiswa dan perumahan mahasiswa dan dosen. Di dekat bangunan utama gedung rektorat di jalan menuju kampus ada masjid kampus yang menunjukan bahwa lumayan banyak mahasiswa muslim yang menuntut ilmu disini.

Tempat lain yang berkesan bagi saya adalah Saumarez Homestead lokasinya di samping bandara, agak tersembunyi jadi harus masuk ke halaman parkir kendaraan di bandara lalu mengikuti petunjuk menuju rumah ini.

http://www.armidaletourism.com.au/accom_result1/saumarez-homestead/
Atau ke website

http://www.nsw.nationaltrust.org.au/properties/saumarez/default.asp

Ringkas cerita:
Property ini milik seorang yang kaya raya, tanah miliknya adalah sejauh mata memandang sampai ke bukit dikejauhan sana. Kekayaan yang melimpah-limpah membuat keturunannya tidak kekurangan apapun. Pembeli property inipun juga kaya raya sampai akhirnya semua kekayaan ini diwariskan kepada keturunan yang terakhir. Tetapi Allah SWT tidak memberikan keturunan kepada mereka, akhirnya ketika meninggal semua kekayaan ini tidak terurus sampai akhirnya dilimpahkan kepada negara untuk di rawat dan dilestarikan sebagai kekayaan nasional. Disini ke otentik-kan barang-barangnya tetap dipertahankan, mulai dari gaun yang kondisi kamar ketika ditinggalkan pemiliknya, peralatan dapur dan segalanya tetap pada kondisi pertama kali ditemukan.

Ketika kami mengamati keindahan bangunan tua ini berbagai perasaan menguar dari hati kami, membayangkan betapa kerasnya mereka bekerja untuk mencapai prestasi kekayaan seperti ini, membayangkan gaya hidup mereka dulu seperti apa, membayangkan ketika kematian menjemputnya, membayangkan harta sebanyak ini di hibahkan begitu saja ke negara. Dan membayangkan diri sendiri seandainya jadi pemilik Saumarez duduk minum teh di verandah menikmati pemandangan kebun.

Tamworth
http://www.tamworth.nsw.gov.au/asp/index.asp

Kota ini popular dengan sebutan country music nya. Icon kota tempat biasa orang-orang berpose foto adalah dibawah monument Guitar emas setinggi 12 meter. Lokasinya sangat mudah ditemukan karena di jalan utama. Di tempat itu ada museum lilin yang isinya artis penyanyi country.

Muswellbrook dan Singleton
Bagi saya kedua kota ini sepertinya sama sebab keduanya mempunyai keistimewaan yang sama yaitu vinery yard, Story Garden di Hunter Valley. Yang jelas populasi kanguru yang berkeliaran di jalan raya disini lebih banyak ketimbang di kampung saya.

Maitland
http://www.maitlandhuntervalley.com.au/
Kota ini adalah akhir dari rute “New England Highway”.

Canberra.
Jarak antara Sydney ke Canberra sekitar 287 km tetapi karena jalannya ramai tidak bisa ditempuh dalam 3 jam tetapi bisa sampai 4 jam. Dalam perjalanan menuju Canberra kami mampir ke Rocky hall memorial http://www.goulburn.nsw.gov.au/community/1041/1112.html
Tempat ini adalah benteng diatas bukit. Pemandangan yang di suguhkan ke hadapan kita luarbiasa indah, terutama pemandangan kearah jalan kereta api lama yang membuat kita seolah-olah sedang dalam keadaan perang dan melihat peperangan nun jauh disana. Benar-benar seperti melihat ke waktu lampau. http://www.visitcanberra.com.au/
Siapapun tahu pusat pemerintahan di Australia adalah di Canberra, pastinya banyak yang bisa dilihat di kota ini tetapi yang membuat saya impress adalah kota ini di design sebagai kota kantoran artinya geliat ekonomi di sekitarnya adalah yang berhubungan dengan kantor kenegaraan, kedutaan dan sebagainya yang mengingatkan saya wilayah seputaran istana negara di Merdeka Barat – Kuningan Jakarta Indonesia saja. Dibandingkan dengan kota pelabuhan Sydney, Melbourne, Perth bahkan Brisbane maka Canberra sangatlah tenang. Yang terkenal disini adalah gedung parlemen dan taman bunganya. Jadi kalau ingin menikmati kota Canberra sebaiknya adalah pertengahan musim semi sebab taman bunganya sangatlah indah. Dino sudah bosan untuk berhenti melihat bunga sebab sepanjang jalan saya selalu minta berhenti setiap ada taman bunga yang bagus, jadilah saya tidak mampir melihat taman bunga Canberra yang tersohor itu.

Pilihan kami adalah mengunjungi Gedung Parlemen yang baru, alasannya berharap berpapasan dengan Kevin Rudd dan melihat debat parlemen, tapi sayangnya hari itu tidak ada jadwalnya. Kebetulan ada rombongan anak-anak sekolah dan turis jadi bisa ikut nebeng guide dari gedung parlemen yang mengajak keliling gedung sambil menjelaskan masing-masing fungsi ruangan. Dilantai bawah ada toko souvenir yang menjual buku-buku dan pernik-pernik tentang Australia. Kebanyakan bukunya adalah sejarah, essay dan politik. Kunjungan ke gedung parlemen sangatlah berkesan bagi saya sebab disini adalah kantornya Perdana menteri Australia lalu jika ada debat parlemen maka kita di ijinkan melihatnya. Gedung parlemen ini di buka untuk public dilengkapi guide yang menjelaskan segala aktifitas wali rakyat serta sejarah gedungnya, ruangan assembly disini sering digunakan pagelaran seni anak-anak sekolah maupun individu, kebetulan saat kami disana ada kompetisi musik sekolah jadi lumayan ada hiburan musiknya. Saya menilai meskipun disini adalah gedung pusat pemerintahan layaknya gedung MPR/DPR tetapi jauh dari kesan birokrasi yang sombong bahkan bisa dibilang humble, siapa saja boleh datang kesini.


Gedung parlemen yang kami kunjungi adalah gedung yang baru dimana gedung ini di design canggih dan dilengkapi peralatan security yang canggih yang semua tersembunyi diantara keindahan interior dan eksterior gedung. Sambil mengagumi arsitektur modern gedung dan kekokohan gedung yang didesign untuk ratusan tahun awetnya, saya jadi berhayal kemana-mana membayangkan kecanggihan gedung ini seperti di film-film spy action sampai akhirnya keusilan Dino membuyarkannya “Eh bisa-bisa sekarang security lagi melototin kamu dari ruang camera soale kamu serius banget melototin tiap detail dan tiap lukisan bahkan kursipun kamu pelototin.” Aww.
Sebagai penggemar bangunan lawas, saya berniat suatu saat berkunjung kembali ke Canberra untuk menjelajahi kota lantaran koleksi bagunan peninggalan jaman dahulu bisa dibilang lengkap apalagi saya belum sempat masuk ke pasar tradisional yang nampak masih dipertahankan, alasan yang lain adalah foto-foto yang saya kumpulkan rusak semua lantaran memorycard camera saya rusak.

Melbourne
http://www.visitvictoria.com/
Rasanya saya tidak punya cerita khusus tentang kota ini sebab typical semua kota besar adalah sama di seluruh dunia yaitu semua serba ada, semua serba megah semua serba lengkap dan sebagainya yang serba “woaaaa keren”. Jadi kami mengunjungi daerah perdesaan Melbourne dan taman bunganya di daerah Yarra Valley yang terkenal dengan vinery yardnya. Yang menarik disini ada sanctuary yang khusus meneliti platypus di Healesville http://www.zoo.org.au/HealesvilleSanctuary . Kami tertarik dengan kehidupan maupun profil satwa unik ini saat pertemuan pertama di Yungaburra, Atherton di daerah tablelands Qld. Kota Mackay di mana kami tinggal saat ini disebut sebagai “platypus kingdom” tetapi tetap saja tidak mudah menemukan platypus. Kita harus ke Unggella park atau Finch Hutton George untuk menemukan hewan unik ini, dan waktunya yang tertentu yaitu subuh dan magrib membuat sensasi melihat platypus di alam bebas sangatlah istimewa. Di Healesville Sanctuary di buat habitat platypus dengan peralatan modern yang dilengkapi kamera dan speaker untuk mengamati mereka, suhu air dan panorama buatan dibuat semirip dan senyaman mungkin bagi platypus. Jika bicara soal hewan ini maka cada satu keinginan suatu saat mengunjungi kangaroo island di wilayah Adelaide dan Tasmania yang mempunyai konservasi platypus layak dikunjungi.

“Going back home”

Rute:
Melbourne (Vic) – Sydney (NSW)) via The Princes Highway
http://en.wikipedia.org/wiki/Princes_Highway lalu
Sydney (NSW) – Brisbane (QLD) via The Pacific highway
http://en.wikipedia.org/wiki/Pacific_Highway_(Australia)

Lakes Entrance
http://www.travelvictoria.com.au/lakesentrance/
Setelah melakukan perjalanan dalam kota, maka Lake Entrance adalah gerbang menuju laut karena nanti sepanjang jalan Princes highway adalah menelusuri tepi pantai laut Tasman lalu dari Sydney menuju Brisbane adalah Pacific Highway pun menelusuri tepi pantai Coral sea. Jika di review segi pemandangannya pantas saja jalur ini selalu ramai sepanjang tahun, sebab pemandangan pantainya semua indah sampai kami bosan lantaran pemandangan laut

Eden
http://www.southcoast.com.au/eden/
Nama Eden untuk kota ini kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah syurga. Benar atau tidak bahwa syurga adalah seindah tempat ini maka wallahualam sebab kenyataannya tempat ini memang indah. Kami shalat ashr di tebing dekat kuburan, lantaran disana sepi jadi bisa konsentrasi. Suasana laut yang damai benar-benar menambah nikmat shalat kami. Dari tebing ini kami istirahat sejenak menikmati pemandangan lautnya.

Narooma
Disini ada tempat yang layak dikunjungi yaitu Montague island untuk menyaksikan seal antara bulan Agustus sampai Desember. Suasana café di Di pantai Narooma sangatlah unik jika ingin berpose dengan background yang tidak biasa dibeberapa cafe' sebab suasana pelabuhan, café-café nya dan sebutan montague membuat saya ingat buku the Count of Monte Christo nya Alexander Dumas. http://www.visitnsw.com/Montague_Island_p631.aspx

Bega http://www.totaltravel.com.au/travel/nsw/southcoastnsw/saphirecoast/travel-guides/Destinations/bega
Siapapun yang gemar makan keju di Australia maka tidak asing dengan keju merk Bega. Nama keju ini diambil dari kota kecil di daerah NSW yang bernama bega. Disinilah keju lezat ini di produksi sejak dahulu. Jadwal untuk icip-icip keju kalau tidak salah dari jam 10 am – 4 pm sebab saya tidak terlalu memperhatikannya.



Bateman Bay
http://www.southcoast.com.au/batemansbay/

Setelah melakukan perjalanan ber jam-jam kami memutuskan menginap disini. Pemandangan pagi hari dengan memandang laut sungguh indah, saya juga menemukan hewan favorit camera face “Pelicans” dimana-mana.

Kiama
http://www.kiama.nsw.gov.au/
Namanya membuat kita senyum-senyum setelah melewati kota Eden lalu sampai ke Kiama, mungkin lebih lebar lagi senyumnya jika kami melakukan perjalanan dari arah sebaliknya yaitu Kiama dulu baru mencapai Eden.

Sebenarnya mulai dari Kiama sampai ke Eden kita bisa menikmati tontonan humpback whale sebab ketika kami sampai di dekat mercusuar untuk melihat tontonan semburan air yang menghempas batu karang, kami melihat humpback whale dikejauhan. Kota-kota ini sangat ideal untuk tempat peristirahatan suasananya tenang sekali dan pemandangan laut serta daratannya yang subur tidak hanya sayuran tetapi peternakan sapi dan domba memperkaya keindahannya.

Port Macquary
Mulai dari sini kami sudah jenuh dengan pemandangan pantai ditambah lagi jalan raya Pacific Highway dalam perbaikan sehingga macet dimana-mana. Sungguh membuat perjalanan tidak nyaman lagi. Akhirnya kami berisirahat di Koala sanctuary dimana kami beruntung bisa memotret bayi koala yang masih tersimpan didalam kantung ibunya.

Kesasar ke Mount Warning.
Sebenarnya ini gara-gara di Pacific Highway antara Port Macquarie dan Coff Harbour diperbaiki jadinya macet panjang sekali sampai berjam-jam. Akhirnya Dino memutuskan untuk mengambil jalur “Oxley Highway” lalu mengambil jalan kecil menuju Waterfall Highway” dimana membuat kami bertengkar sesudahnya lantaran kesasar ke puncak mount Warning di desa UKI “Uki Tweed Valley” http://www.byronevents.net/towns/uki.htm

Yang namanya bukan jalan utama memanglah tidak mulus tetapi tidak apa-apa asal tidak dalam perbaikan. Perjalanan ini lancar sampai ke Casino dan Lismore. Rutenya adalah Slummerland Highway http://www.ozroads.com.au/NSW/RouteNumbering/State%20Routes/91/sr91.htm
Jalanan ini disebut sebagai development road yaitu jalanan yang belum dibuat licin dan lebar, dibeberapa bagian jalanan belum diaspal sepenuhnya jadi beresiko kena stone chip, selain itu karena jalanannya kecil dan sering bertemu traktor petani maka kita harus sabar berbagi jalan dengannya. Saya yang duduk sebagai navigator bertanggung jawab membaca peta ternyata salah memberi informasi ketika sampai di desa Kygole seharusnya terus saja kearah Woodenbong tetapi terlanjur belok ke Cawongla, sebenarnya saya sudah minta Dino untuk balik arah saja tetapi Dino bilang “Engga apa-apa kayaknya aku pernah kesasar kesini dulu, ini nanti nembus jalan ke Nimbin.”

Tetapi malang tak dapat ditolak, jalanan desa yang kecil inipun ternyata dalam perbaikan walhasil mobil sedan bukanlah kendaraan yang pas untuk offroad. Jadilah perjalannya terasa lama sekali dan sangat tidak nyaman karena berkali-kali nyaris terpeleset dan terhenti karena roads work. Kami mulai saling menyalahkan dan saya merasa jera untuk jalan-jalan lagi lantaran sebal. Apalagi mulai malam dimana pemandangan sudah tidak indah lagi sebab Hutan kalau dimalam hari ternyata menyeramkan.

Desa Uki ini daerah yang paling tinggi dari Mt Warning ketemu Mt Jerusalem. Begitu sampai sini dilanjutkan ke Tweed Heads yang ditempuh dalam beberapa menit saja, artinya kami kembali ke rute Pacific Highway setelah berjam-jam berjalan di jalan kecil dan rusak, rasanya lega sekali meluncur di jalan tol yang licin dan lebar. Kami terlambat hampir 3 jam dari jadwal yang kami buat. Sebenarnya Uki dan Tweed Heads lumayan unik tetapi kalau dinikmati saat ada matahari menyinarinya.

Home sweet home
Dari perjalanan ini ditarik kesimpulan kalau melakukan traveling dengan jalan darat sangatlah nyaman jika mengendarai mobil sedan asal tetap meluncur di jalur utama saja. Tetapi jika ada kemungkinan melakukan perjalanan di pedalaman atau pedesaan atau Tourist Rute maka sebaiknya memakai kendaraan semi offroad atau offroad sebab ada kemungkinan jalur tourist ini menuju wilayah terpencil tapi indah pemandangannya, masuk kepedalaman pedesaan, jalan diperbaiki atau terpaksa menerobos semak-semak dan melewati jalan yang tertutup air sehingga licin. Kekurangannya jika memakai mobil jenis offroad ini adalah tidak senyaman sedan. GPS yang layak pakai adalah yang explorer. Setelah beberapa kali mengalami kehilangan arah dalam perjalanan-perjalanan kami sebelumnya sampai dengan perjalanan ini lantaran GPS yang membungkam, maka diputuskan seandainya kami melakukan perjalanan panjang lagi maka miss TomTom harus di replace oleh mr Magelan yang explorer sebab walaupun janjinya tidak akan keluar dari jalur utama jalan raya ternyata masuk juga ke daerah remote yang jalanannya belum terpetakan.